BSD City, antara Hoki dan Investasi

KOMPAS.com - Ada sebabnya para pengembang tak hentinya, bahkan makin agresif, menggarap kawasan BSD City, Serpong. Bukan cuma soal memanfaatkan kondisi perlambatan ekonomi sebagai momentum "beli sekarang", tapi ada hal lain.

Ya, perkara fengsui. Banyak pengembang apartemen membidik daerah ini sebagai kawasan potensial meraup keberuntungan bisnis dilihat dari sisi pilihan fengsuinya. Pasalnya, sekitar empat tahun lalu, ahli fengsui suhu Benny pernah memprediksi bahwa pengembangan ekonomi masih mengarah ke kawasan barat Jakarta dan sekitarnya.

"Kepala naga berarti semua kegiatan ekonomi bergerak ke arah barat, bahkan sampai ke kawasan Tangerang sebagai akibat berpindahnya pusat pemerintahan ke barat Jakarta," ujar Benny yang juga salah satu Ketua DPP Walubi, Wali Umat Budha Indonesia.

Memang, di luar urusan mitos "kepala naga" yang mengarah ke sana, kawasan barat Jakarta ini masih menampakkan diri sebagai penggerak ekonomi. Bicara investasi, termasuk di sektor properit, kawasan tersebut tak bisa disepelekan.

Sejumlah pengamat memprediksi bahwa kesiapan akses tol baru di kawasan tersebut bakal mengatrol harga lahan kawasan yang dilintasinya hingga sekitar 5 persen hingga 6 persen. Adapun pintu tolnya didesain berada di BSD City 1 (AEON Mall), BSD City 2 (kawasan industri), BSD City 3 (perumahan), Legok, Citraraya, dan Balaraja.

Tahun ini, berdasarkan catatan Kompas.com, harga lahan di Serpong, khususnya BSD City, berada pada level Rp12 juta hingga Rp13 juta per meter persegi untuk perumahan. Sementara untuk bangunan komersial Rp18 juta hingga Rp20 juta per meter persegi.

"Itu sudah otomatis, kalau infrastruktur sudah lengkap, permintaan properti baik residensial atau komersial pasti melesat. Untuk apartemen apalagi, makin dekat kawasan komersial sudah pasti harga terus naik,” ujar Ratdi Gunawan, Konsultan Pemasaran 'B Residence' kepada Kompas.com, Jumat (3/6/2016) pekan lalu.

Ratdi menambahkan bahwa permintaan apartemen eksklusif di BSD City saat ini masih tinggi, terutama dengan adanya pengembangan di sekitar kawasan AEON mal. Sekarang ini semakin banyak proyek apartemen dan perkantoran mewah berdiri berdampingan di kawasan itu.

Keunggulan komparatif

Saat kawasan lain memperlihatkan pertumbuhan kurang menggembirakan lantaran kondisi pasar properti tengah melambat seperti saat ini, wilayah tersebut justru melesat. Pertumbuhan harga propertinya bisa mencapai rerata 20 persen.

Tak lain, kawasan barat Jakarta ini memang punya keunggulan komparatif. Pertama, kawasan itu dekat dengan gerbang utama Indonesia, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Kedua, aksesibilitasnya memadai dan ditunjang kelengkapan infrastruktur, seperti tol dalam kota yang terkoneksi dengan tol lingkar luar Jakarta, kelengkapan fasilitas publik, serta kondisi lingkungan yang relatif tertata baik.

Tak dimungkiri, kawasan BSD City, Serpong, memang masih ditopang kekuatan infrastrukturnya sehingga menjadi pendorong utama tingginya penjualan properti, terutama apartemen. Harga lahan di kawasan ini masih tinggi, menyusul akses tol yang terus dibangun dan kawasan komersial yang melingkupinya semakin lengkap.

Pada kuartal IV tahun ini pembangunan Jalan Tol Serpong-Balaraja bersiap dimulai. Tol tersebut akan bersambung dengan Jalan Tol Tangerang-Merak dan Jalan Tol Jakarta-Serpong. Adapun Serpong-Legok masuk dalam pengembangan Tahap I sepanjang 11 kilometer, sedangkan Tahap II adalah Legok-CitraRaya (8 kilometer) dan Tahap III CitraRaya-Balaraja (12 kilometer).

"Kesiapan akses tol itu bahkan sudah didukung KRL atau commuter line yang semakin berkembang dan diminati kaum komuter Serpong, sedangkan fasilitas publik dan komersial, mulai rumah sakit, instansi pendidikan hingga komersial terus tumbuh di sini," kata Ratdi.

Dia mencontohkan sukses penjualan tower pertamanya yang terjual 100 persen. Sementara itu, penjualan tower kedua B Residence saat ini sudah mencapai 60 persen sejak dimulainya pembangunan ketiga tower apartemen itu dua bulan lalu.

Untuk itu, lanjut Ratdi, pihaknya berani menawarkan per unit apartemen di angka Rp 500 jutaan. Alasannya, BSD City sudah bisa ditempuh dari mana saja dan dengan moda apa saja.

"Lebih penting dari soal fengsui itu, infrastrukturnya juga sudah makin lengkap," kata Ratdi.
Dibangun di lahan seluas 6.800 meter persegi, lokasi proyek B Residence tak jauh dari Aeon Mall dan ICE BSD. Ratdi mengakui, bahwa nilai proyeknya sangat diuntungkan dengan letak atau posisinya di "jantung" BSD.

Maka, tak berlebihan kalau kawasan seperti BSD City menjadi salah satu dari lima kawasan yang diprediksi Colliers International Indonesia pada 2014 lalu akan mengalami pertumbuhan properti dalam lima tahun lagi.